Senin, 19 September 2011

Konsumsi Tempe dan Kesehatan

Berbanggalah kita sebagai orang Indonesia karena memiliki tempe yang sering dijadikan sebagai lauk utama untuk menemani nasi. Keunggulan tempe tak hanya diaku oleh tuan rumah, tetapi juga para negara tetangga bahwa tempe memiliki kandungan nutrisi yang baik.
Berikut adalah beberapa jenis nutrisi yang terkandung di dalam tempe :
1. Vitamin B12
Tempe merupakan salah satu jenis dari sedikit makanan nabati yang mengandung vitamin B12. Secara umum, para vegetarian ketat yang tidak mengkonsumsi produk susu dan telur mungkin memerlukan suplemen B12.
Bagaimanapun, mereka yang mengkonsumsi tempe dengan rutin juga membutuhkan beberapa dosis suplemen B12. Menurut Whitney Graduate Research Fund di Florida State University, 100 gram tempe mengandung 0,12 mikrogram vitamin B12. Jumlah ini kira-kira sama dengan jumlah vitamin B12 yang akan dapatkan di seperempat dada ayam. Umumnya, Anda memerlukan vitamin B sebanyak 6 mikrogram perhari.
2. Protein
Tempe merupakan sumber protein yang sangat bagus. Setiap 100 gram tempe mengandung 17 gram protein. Jumlah ini sama dengan jumlah protein dari 100 g kaki ayam. Tempe mengandung protein lebih tinggi dari keju. Dan yang paling istimewa dari tempe adalah rendah lemak dan tidak mengandung kolesterol.
3. Nutrisi Lainnya
100 gram tempe mengandung sekitar 80 mg kalsium. Meskipun jumlah kalsium dari tempe lebih rendah dari pada jumlah kalsium yang terkandung dalam produk-produk susu, namun hal ini masih sangat berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan harian Anda terhadap kalsium. Tempe juga mengandung zat besi, magnesium, dan zinc dalam jumlah yang sedikit.
Karena terbuat dari kedelai, Anda pun tentu akan mendapat manfaat yang sama ketika Anda mengkonsumsi kedelai. Menurut Columbia University Health Services, kedelai dapat membantu menurunkan kadar kolestrol, melidungi tubuh terhadap penyakit jantung, memperbaiki kepadatan tulang dan dapat menjadi kunci untuk mencegah osteoporosis.
Sumber: LiveStrong

Manfaat Manis dari Pahitnya Pare

Tidak banyak orang yang menyukai pare karena rasanya yang pahit. Padahal sayuran yang mudah ditemukan di sekitar kita ini memiliki manfaat yang "manis" untuk tubuh karena banyak mengandung nutrisi antara lain, kalsium, vitamin C, dan zat besi.
Berbahagialah untuk para pecinta pare atau mereka yang dapat berkompromi dengan rasa pahit si pare. Karena, menurut the Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, si pahit ini biasa digunakan untuk mengobati atau mencegah kanker, infeksi, dan masalah pencernaan.
The National Bitter Melon Council melaporkan bahwa pare mengandung vitamin dan mineral, termasuk di antaranya vitamin C; zat besi; vitamin A; dan kalsium, dalam jumlah yang banyak.
Seperti yang telah diketahui, vitamin C sangat penting untuk produksi tulang rawan dan kekebalan tubuh. Zat besi diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Dan vitamin A yang terkandung di dalam pare, sebagai beta-karoten, sangat mudah diserap oleh tubuh dan dugunakan untuk meningkatkan kesehatan penglihatan juga kekebalan tubuh. Sedangkan kalsium membantu tubuh membentuk otot dan tulang.
Seperti kebanyakan sayuran lainnya, pare rendah kalori dan lemak. Namun yang membedakan adalah pare mengandung protein dalam jumlah yang banyak. Masih menurut the National Bitter Melon Council, 3,5 gram pare mengandung hampir 6 gram protein--  jumlah ini (protein) jauh lebih banyak dibandingkan dengan sayuran lainnya seperti bayam dan wortel.
Keistimewaan lainnya adalah, pare juga mengandung antioksidan--zat yang mampu melawan proses berbahaya didalam tubuh atau biasa disebut oksidasi. Dan jika tingkat oksidasi dalam tubuh sangat meningkat akan menyebabkan kerusakan DNA, sehingga risiko terjadinya kanker meningkat.
Adanya antioksidan di dalam pare dibuktikan dengan adanya penelitian yang diterbitkan dalam " LWT -- Food Science and Technology" edisi Maret 2008, disimpulkan bahwa pare liar yang ditemukan di Taiwan memiliki antioksidan (flavonoid dan polifenol) dengan tingkat yang tinggi.
Namun the Memorial Sloan-Kettering Cancer Center menyarankan untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi pare. Meski menyehatkan, jika dimakan terlalu banyak dapat menyebabkan kadar gula rendah. Dan untuk pengasupan suplemen ekstrak pare, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu  dengan dokter untuk memastikan keamanannya.
sumber: LiveStrong

Khasiat Jeruk Nipis

Menurut Dr. Setiawan Dalimartha, anggota SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI Jakarta, air buah jeruk nipis dapat digunakan sebagai penyedap masakan, minuman, penyegar, bahan pembuat asam sitrat, serta membersihkan karat pada logam dan kulit yang kotor. Bisa juga sebagai campuran jamu. 


Sebagai herbal alami, jeruk nipis berkhasiat untuk menghilangkan sumbatan vital energi, obat batuk, peluruh dahak (mukolitik), peluruh kencing (diuretik) dan keringat, serta membantu proses pencernaan.

Jeruk nipis mengandung minyak terbang limonene dan linalool, juga flavonoid, seperti poncirin, hesperidine, rhoifolin dan naringin. Kandungan buahnya yang masak adalah synephrine dan N-methyltyramine, selain asam sitrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B1, dan C. Asam sitratnya mampu mencegah kekambuhan pada pasien pasca operasi batu ginjal. 

Hj. Sarah Kriswanti, herbalis yang tinggal di Bandung, dan Dr. Setiawan Dalimartha dari Hiptri (Himpunan Pengobatan Tradisional dan Akupuntur Indonesia), memberikan tip bagaimana memanfaatkan jeruk nipis sebagai herbal yang membantu penyembuhan penyakit.
1. Ambeien
Sebanyak 10 gr akar pohon jeruk nipis dicuci bersih, lalu direbus dengan air 1 liter selama 1/2 jam, lalu saring. Diminum hangat-hangat 3 kali sehari.

2.    Amandel
Kulit 3 jeruk nipis dicuci, dipotong-potong, lalu direbus dengan 2 gelas air hingga airnya tersisa 3/4, saring. Air tersebut dipakai untuk berkumur-kumur. Lakukan 3-4 kali sehari.

3.    Anyang-anyangan
Dua jeruk nipis dicuci, diperas lalu diberi gula batu secukupnya dan 1 gelas air panas. Aduk hangat-hangat, minum sekaligus sehari sekali.

4.    Batuk
Satu jeruk nipis dicuci, diperas, dicampur dengan 1 _ sendok makan madu dan sedikit garam, aduk hingga rata lalu disaring. Diminum 2-3 kali sehari. Atau perasan jeruk nipis ditambah sepotong gula batu lalu diaduk hingga rata, diminum 1 kali sehari sampai sembuh.

5.    Batuk Disertai Influenza
     Potong sebuah jeruk nipis masak dan mengandung air yang cukup banyak, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 60 cc air panas. Tambahkan 1/2 sendok teh air kapur sirih sambil diaduk rata. Minum ramuan ini 2 kali sehari 2 sendok makan.

6.    Bau Badan
Cara 1:
Potong jeruk nipis yang cukup besar menjadi 2 bagian, olesi bagian irisan dengan kapur sirih tipis-tipis. Oleskan ke ketiak setelah mandi. Biarkan selama 5 menit lalu dibilas, lalukan tiap pagi dan sore.
Cara 2:
Beberapa helai (10) daun muda jeruk nipis ditumbuk sampai halus, dilumatkan, pulung kecil-kecil seperti pil, makan 3 kali sehari.

7.    Batu Ginjal
Dua butir perasan jeruk nipis kampung diencerkan dengan 2 gelas air hangat, minum setelah makan malam. Lakukan tiap hari selama 10 hari.

8.    Difteri
Dua jeruk nipis dicuci, diperas airnya. Seduh dengan 1 gelas air panas ditambah 1 sendok makan madu. Gunakan untuk berkumur selama dua menit saat masih hangat, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari.

9.    Demam atau Flu
Cara 1: 
Satu jeruk nipis dicuci lalu diperas, tambah dengan 3 siung bawang merah yang telah dilumatkan dan 1 sendok makan minyak kelapa. Oleskan pada kening penderita.
Cara 2: 
Satu jeruk nipis dipanggang sebentar, dipotong, lalu diperas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum sekaligus.

10.    Haid Tidak Teratur
Tiga sendok makan air jeruk nipis ditambah 1 sendok makan madu dan 2 gelas air panas diaduk rata. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari

11.    Sehabis Melahirkan
Satu sendok makan kapur sirih ditambah 2 sendok makan minyak kayu putih dan 2 butir perasan jeruk nipis kampung, diaduk sampai rata, balurkan pada perut. Lakukan selama 3 bulan tiap hari sehabis mandi, agar perut terhindar dari keriput, tetap halus dan kempis seperti sediakala.

12.    Jerawat
Satu jeruk nipis diiris kemudian digosokkan pada kulit wajah.

13.    Mencegah Rambut Rontok atau Berketombe
Dua jeruk nipis dipotong menjadi tiga bagian, oleskan pada kulit kepala sampai rata. Bungkus kepala dengan handuk semalaman, keramas keesokan harinya. Lakukan 3 kali seminggu.

14.    Melebatkan Rambut 
Satu butir kuning telur ayam kampung dikocok dengan perasan 3 butir jeruk nipis kampung sampai rata. Gosokkan pada kulit kepala, pijit-pijit sampai merata, biarkan selama 2 jam baru dibilas dengan sampo merang agar rambut menjadi mengkilap dan lebat. Sampo merang dibuat dari 1 ikat merang, dibakar sampai menjadi arang, bukan abu, rendam dalam air dan biarkan semalaman. Saring, dan sampo merang siap untuk keramas.

15.    Menghentikan Kebiasaan Merokok
Iris 1 jeruk nipis, isap lalu minum air putih. Lakukan beberapa kali sehari.

16.    Vertigo 
Setengah genggam daun jeruk nipis dilumatkan. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis. Gosokkan ke tengkuk, pelipis, dan dahi. Lakukan 2 kali sehari.

17.    Radang Tenggorokan
Potong 3 buah jeruk nipis masak, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 1/2 cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu sambil diaduk rata. Selagi hangat, gunakan ramun ini untuk berkumur selama 2-3 menit. Lakukan 3 kali sehari. 

18.    Lendir di Tenggorokan 
Potong 2 buah jeruk nipis, peras airnya, tampung di gelas. Tambahkan sedikit garam, lalu aduk sampai rata. Ramuan ini dapat diminum pada saat perut kosong. 

19.    Kurap atau Panu
Cuci 1 genggam akar landep (Barleria prionitis L.) sampai bersih, lalu tumbuk halus. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis sambil diaduk rata. Balurkan pada bagian kulit yang terkena kurap atau panu, lalu balut dengan kain perban. Ganti balutan 2 kali sehari sampai sembuh.

20.    Demam/Panas Saat Malaria
Sediakan 3 lembar daun jeruk nipis dan daun kendal (Cordia obliqua Willd.) (Blumea balsamifera L.) , dan 5 lembar daun prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.). Rebus bahan-bahan tersebut dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Air saringan tersebut dibagi dua, diminum pagi dan sore.
21.    Terkilir 
Tiga Buah jeruk nipis masak dan banyak airnya dibelah menjadi dua. Masukkan ke dalam poci lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas, kemudian ditutup. Setelah dingin diambil jeruknya kemudian diperas dan disaring. Tambahkan 2 sendok makan minyak kayu putih dan 2 sendok makan minyak gandapura. Ramuan ini dipakai untuk mengurut bagian yang cedera. Setelah itu minum 3/4 gelas air kelapa hijau muda. Lakukan 3 kali sehari. 

22.    Pegal Linu
Cuci daun jeruk nipis, daun ketepeng cina, dan daun sambiloto (masing-masing 1/3 genggam), 10 lembar daun sirih, 2 jari akar pepaya, 2 jari akar kepayang, 3 jari akar kelor, dan 10 buah cabai rawit, lalu tumbuk sampai halus. Rendam ramuan tersebut dalam 1 liter alkohol selama 7 hari. Air perasannya dapat digunakan untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. 

23.    Sakit Gigi 
Campurkan air jeruk nipis, gilingan akar kecubung hitam dan gilingan legetan warak masing-masing 1 sendok makan. Tambahkan 3/4 cangkir air garam ke dalamnya, lalu aduk sampai rata. Selanjutnya peras ramuan tersebut dan saring. Gunakan air saringannya untuk berkumur selama beberapa menit, lalu buang. Lakukan 4-6 kali sehari. 

24.    Melangsingkan Badan
Tambahkan air perasan satu buah jeruk nipis ke dalam cangkir air teh hijau. Minum ramuan ini setiap pagi dan sore hari. Lakukan setiap hari. 

25.    Menambah Stamina
Campurkan sebutir kuning telur ayam kampung, air perasan 1 buah jeruk nipis dan sedikit irisan gula merah. Aduk sampai rata, lalu minum. Lakukan sekali dalam seminggu. 

26.    Tekanan Darah Tinggi
Sediakan 20 kuntum bunga dan 30 lembar daun jeruk nipis. Cuci sampai bersih, lalu tambahkan air perasan 2 buah jeruk nipis. Rebus bahan-bahan tersebut dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin, saring. Air saringannya diminum 3 kali sehari 3/4 gelas. Minum ramuan ini ditambah sedikit madu. Lakukan setiap hari. 

Reshare: http://health.kompas.com/

Minggu, 18 September 2011

Nugget

Nugget merupakan salah satu produk olahan restructured meat yaitu memanfaatkan potongan daging yang relatif lebih kecil dan tidak beraturan, kemudian dilekatkan kembali menjadi lebih besar menjadi suatu produk olahan (Amertaningtyas, 2000). Keuntungan restructured meat adalah dapat memakai daging kualitas rendah sehingga dapat menambah nilai daging kualitas rendah, harganya lebih murah, mengurangi cooking loss, dan dapat dibentuk sesuai selera.
Menurut Berry (1994), adonan daging yang terbentuk merupakan emulsi yang kemudian dicetak menjadi nugget, dilumuri putih telur, dan tepung roti, digoreng secara flash fried atau fully cooked dan dibekukan. Nugget biasanya mengandung 20% lemak, batter, breader, dan digoreng dengan metode deep fat frying. Salah satu karakteristik nugget adalah enrobed products yaitu produk yang menggunakan pelapis (batter dan breader). Biasanya dalam pembuatan nugget digunakan putih telur dan tepung panir sebagai pelapis. Pemilihan jenis tepung panir berdasarkan kenampakan produk, warna, kerenyahan, cita rasa, juiceness, nilai nutrisi dan sifat adhesif dari coating serta faktor keamanan mikrobiologis. Komposisi tepung panir mempengaruhi kenampakan, terbentuknya warna coklat melalui reaksi Maillard dan keseluruhan penampilan enrobed produk. Hal ini juga dipengaruhi waktu dan suhu pemasakan, serta karakteristik minyak penggoreng (Mead, 1989).
Kualitas nugget ditentukan oleh kemampuannya membentuk matrik protein atau kemampuan mengikat antara partikel daging dan bahan-bahan lain yang ditambahkan sehingga menghasilkan tekstur yang kompak dan tidak mudah pecah. Bahan pengisi adalah bahan yang ditambahkan dalam proses pembuatan produk olahan daging yang memiliki kemampuan untuk mengikat sejumlah air dan mempunyai sifat pembentuk gel (Soeparno, 1994).

Bahan-Bahan Pembuatan Nugget
Daging Ayam
Danging yang dapat digunakan bervariasi, misalnya daging sapi atau daging ayam. Menurut Amertaningtyas (2000), daging ayam yang digunakan bisa berasal dari semua bagian ayam yang dapat dimakan misalnya bagian dada, bagian paha, ataupun kulit ayam dengan penambahan bahan pengisi dan bumbu-bumbu untuk meningkatkan cita rasa.
Filler (bahan pengisi) dan binder (bahan pengisi)
Bahan pengisi adalah bahan yang mengikat sejumlah air, tetapi mempunyai pengaruh yang kecil terhadap emulsifikasi, umumnya digunakan pati dan tepung-tepungan (Soeparno,1994). Bahan pengikat adalah material bukan daging yang dapat meningkatkan daya ikat air dan emulsi lemak. Bahan pengikat yang baik harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
·       Memiliki kemampuan untuk mengikat air
·       Merupakan bahan yang bersifat netral (tidak menimbulkan reaksi pada produk)
·       Memiliki kestabilan kimia yang baik
·       Warna yang sesuai
·       Mempunyai kemampuan untuk mengemulsi/menstabilkan emulsi lemak
Contoh filler yang dapat digunakan untuk membuat chicken nugget adalah tepung tapioka dan tepung terigu. Tepung tapioka merupakan granula-granula pati yang banyak terdapat didalam sel umbi ketela pohon, dengan melalui beberapa cara pengolahan yang meliputi pengupasan, penghancuran, ekstraksi, penyaringan, pengendapan, pencucian, pengeringan dan pengayakan.  Komposisi kimia tepung tapioka pada Tabel 1.
Tabel 1. Komposisi Kimia Tepung Tapioka
Komposisi
Jumlah
Energi (Kalori)
Karbohidrat (gram)
Protein (gram)
Lemak (gram)
Air (gram)
Ca (mg)
P (mg)
Fe (mg)
Vitamin B1 (mg)
365
88,20
1,10
0,50
9,50
84,00
125
100
0,40
                Sumber: Soedarmo dan Sediaoetomo (1977)
Tepung tapioka banyak digunakan sebagai bahan pengisi (filler) yang ditambahkan pada produk olahan daging karena dapat membentuk gel yang bening, lentur dan tidak berbau sehingga dapat digunakan sebagai perekat yang kuat. Kadar pati tapioka yang lebih tinggi dan suhu gelatinisasi yang lebih rendah dibandingkan jagung dan terigu seperti yang ditunjukkan pada tabel dibawah ini merupakan keunggulan dari tapioka sebagai pengisi. Tepung tapioka sebagai bahan pengisi berfungsi untuk mengikat air, memperbaiki tekstur, memperbaiki kekenyalan dan elastisitas produk (Winarno, 2004). Penambahan pati akan membuat tekstur produk lebih kompak karena ikatan yang terbentuk lebih kuat. Pati akan mengalami gelatinisasi pada saat proses pemanasan. Gel yang terbentuk akan berikatan dengan protein daging sehingga membentuk matriks protein-pati dan akan dihasilkan produk daging yang saling melekat dan kompak (Hamdhani, 2001).
Pada tepung terigu komponen utama yang tersedia adalah pati yang mampu mengikat air sehingga dapat mempengaruhi teksur dan kenampakan produk. Disamping itu, tepung terigu juga mengandung sejumlah protein yang terdiri dari gliadin (40%-50%) dan glutenin (30%-40%).
                         Tabel 2. Komposisi Kimia Tepung Terigu
Komposisi
Jumlah
Kalori
365
Karbohidrat (gr)
77,30
Protein (gr)
8,9
Lemak (gr)
1,30
Air (gr)
12
Ca (gr)
16
P (gr)
106
Fe (mg)
1,20
Vitamin B1 (mg)
0,12
Sumber : Soedarmo dan Sediaoetomo (1977)
Air
Penambahan air bertujuan untuk melarutkan protein yang larut air membuat larutan garam untuk melarutkan protein yang mudah larut dalam garam, sebagai fase kontinyu dalam emulsi daging, dan mempermudah penetrasi bahan (Suparno, 1992). Air juga berfungsi untuk mempertahankan juiceness dan keempukan produk.
Bawang Putih
Bawang putih adalah umbi dari Allium sativum, Linn. Bawang putih mempunyai bau yang tajam, dimana ketajaman baunya dipengaruhi oleh tempat asal, varietas dan umur bawang putih itu sendiri (Srinivasan et al.,1959 dalam Purnomo 1997). Bawang putih berfungsi sebagai bumbu penyedap. Menurut Winarno (2004), bawang putih memiliki senyawa penimbul aroma yaitu sulfur sehingga dapat menambah cita rasa makanan. Bawang putih juga berfungsi sebagai zat antimikroba.
Garam
Garam yang digunakan adalah garam dapur. Garam berfungsi sebagai penambah cita rasa pada nugget ayam-jagung, memperkuat kekompakan adonan nugget dan mencegah pembentukan serta pertumbuhan jamur pada produk akhir yang dihasilkan. Menurut Todd et al, (1989), jumlah garam yang ditambahkan dalam pembuatan nugget umumnya sebesar 2%.
Merica
Merica yang digunakan adalah merica bubuk yang merupakan hasil penggilingan dari merica putih murni tanpa ada campuran bahan-bahan lain. Merica berfungsi sebagai penyedap dalam pembuatan nugget ayam-jagung dengan memberikan rasa pedas (Soeparno, 1994). Komponen yang memberi rasa pedas khas merica adalah piperine, piperanine, dan piperylin.
Batter dan Breader


Batter didefinisikan sebagai campuran yang terdiri dari air atau tepung dan bumbu-bumbu yang digunakan untuk mencelupkan produk sebelum dimasak. Breader digunakan untuk melapisi produk-produk makanan (coating). Kerenyahan produk-produk yang di-breading membuat produk tersebut lebih enak dan lezat. Selain itu coating ini dapat digunakan untuk melindungi produk dari dehidrasi selama pemasakan dan penyimpanan. Breader yang sudah disiapkan ditaburkan menutupi batter yang basah sehingga menempel. Semakin banyak partikel breader akan membutuhkan lapisan batter yang lebih tebal untuk menahannya. Breading adalah tepung dari crumb roti atau cracker dalam bentuk kering untuk memberi tekstur pelapis yang kasar, digunakan sebagai batter. Pelapisan ini dapat memberi rasa crispy (Mead, 1989). Penambahan ini bertujuan untuk menambah cita rasa serta menjaga agar nugget tidak mengalami perubahan bentuk atau tidak lengket apabila dikemas bersama nugget yang lain (Amertaningtyas, 2000). 


Metode Penggorengan
Metode yang digunakan untuk menggoreng adalah deep fat frying. Metode penggorengan seperti ini dilakukan agar diperoleh pemanasan nugget ayam yang merata, sehingga dihasilkan memiliki warna yang seragam. Pindah panas yang terjadi dalam deep fat frying adalah konveksi dan konduksi. Pindah panas konveksi terjadi dari minyak panas yang bersentuhan dengan bahan, sedangkan pindah panas konduksi terjadi di dalam bahan saat penggorengan berlangsung. Seluruh permukaan bahan pangan menerima panas secara merata menghasilkan keseragaman warna dan bentuk. Deep fat frying sesuai untuk bahan pangan dengan bermacam-macam bentuk.